Minggu, 28 Agustus 2011

Selamat Belajar Wahai Diri

Aku dahulu hanyalah orang yang gemar menghabiskan waktu, tanpa mengingat Mu
Aku dahulu adalah aku yang terombang-ambing di dunia, tanpa memperhatikan peta yang Kau beri
Aku dahulu adalah manusia yang merugi, karena kurang pandai bersyukur kepada Mu
Aku dahulu adalah aku yang buta, tidak mampu melihat ayat-ayat Mu dan kebesaran Mu
Aku dahulu adalah aku yang tuli, tidak mampu mendengar panggilan Mu untuk segera menunaikan kewajibanku

Aku dahulu adalah aku yang berhati tapi seperti tidak memiliki hati,,,
Diam melihat kemiskinan
Diam mendengar panggilan Mu
Diam melihat kemungkaran
Diam mendengar perintah Mu

Kini aku tak ingin menjadi aku yang dahulu
Aku ingin menjadi aku sebagaimana hakikat penciptaan aku
Yaitu untuk beribadah kepada Mu
Cukuplah aku mencintai Mu dengan sepenuh hatiku
Mencintai Rasul pilihan Mu
Dan mencintai wanita pilihan Mu
Yang bisa mengajakku serta untuk semakin mencintai Mu

Selamat belajar wahai diri,,,

Senin, 22 Agustus 2011

Menyesalkah kita?

PENGHUNI SYURGA SAJA MENYESAL..
BAGAIMANAKAH LAGI PENYESALAN YG TIADA TARA DARI PENDUDUK NERAKA !!
======================
Rasalullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih disesali oleh para penghuni surga selain atas satu saat yang pernah mereka lalui di dunia, yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Allah.”
(HR. Ath-Thobroni )

Subhanallah… Para penghuni surga menyesal karena mereka pernah melewati suatu waktu yang tidak dimanfaatkan untuk mengingat Allah. Mereka menyesal karena ketika di dunia mereka telah menyia-nyiakan waktu dan tidak menggunakannya untuk berdzikir kepada Allah.

Ibnu Qoyyim pernah berkata,
“Sungguh setiap nafas yang keluar dan keringat yang menetes bukan pada jalan Allah dan aktivitas yang bermanfaat, kelak hari kiamat adalah penyesalan-penyesalan”.

Beliau juga pernah berkata,
“Waktu, pada hakikatnya adalah umur bagi manusia. Ia adalah modal kehidupan abadi di surga kenikmatan, tetapi juga modal kehidupan sengsara dalam adzab yang pedih di neraka. Waktu berjalan cepat, secepat perjalanan awan. Maka barangsiapa waktunya semata untuk Allah dan berada di jalan-Nya, maka waktu akan menjadi nafas dan umurnya. Sebaliknya, jika waktu digunakan untuk selainnya, maka waktu tidak terhitung sebagai bagian hidupnya. Sebab ia menjalani hidup ini bagaikan kehidupan binatang. Dan apabila ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan angan-angan semu, maka ia lebih baik mati saja.” (dinukilkn dari kitab Al-Jawabul Kafi)

Nah,, untuk itu, mari kita berusaha sepenuh hati dan berlomba-lomba untuk menjadi penghuni surga yang tidak menyesal.
(allahu a'lam)

Jumat, 19 Agustus 2011

Renungan Untuk Kita

“Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, “Ya, Aisyah, izinkan aku beribadah kepada Rabbku.” Aku berkata, “Aku sesungguhnya senang merapat denganmu, tetapi aku senang melihatmu beribadah kepada Rabbmu.”Dia bangkit mengambil gharaba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis. Kemudian dia duduk membaca al-Quran, juga sambil menangis sehingga air matanya membasahi janggutnya, ketika dia berbaring, air matanya mengalir lewat pipinya mambasahi bumi di bawahnya. Pada waktu fajar, Bilal datang dan masih melihat Nabi saw. menangis,”Mengapa Anda menangis, padahal Allah ampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?” tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur. Aku menangis karena malam tadi turun ayat Ali Imran 190-191. Celakalah orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, I: 1441)

Hakikatnya manusia tidak memiliki apapun,,,Mengapa harus takut kehilangan?

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya
terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata
pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.
Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Kisah berikut, diadaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns

Kamis, 18 Agustus 2011

Ini Jalan Ku

Ini jalan ku,,,
Jalan yang sesungguhnya diinginkan oleh setiap hati manusia
Namun banyak yang mengingkarinya
Dengan kesombongan, kezaliman dan dosa, dusta, kelalaian, kejahatan, dan sikap ragu
Bebaskan,,,hati ini ya Rabb,,dari semua sifat yang memalingkan hati dan penglihatan hamba
Hamba ikhlas,,,jika dengan airmata ini dapat menghapus dosa dan kesalahan hamba
Ikhlas,,,jika harus kehilangan harta, pangkat, dan jabatan
Karena sesungguhnya ini hanyalah titipan Mu Ya Rabb
Yang sifatnya hanya sementara

Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rosulullah

Senin, 15 Agustus 2011

Mari Bermuhasabah

Senin,,,15 Agustus 2011

Bangun jam 3 pagi,,,Qiyamul Lail,,,Tadarus Qur'an,,,Sahur,,,cuma bisa masuk 5 suap makanan (entah apa yg terjadi dengan lambung ini). Habis Subuh,,,langsung berangkat ke kantor :) ,,,emh,,,nyoba olahraga di monas,,,sambil mensyukuri nikmatnya udara segar dan sinar mentari pagi,,,(Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?),,Alhamdulillah 3 putaran monas terlewati tanpa rasa lelah dan haus. Sempet khawatir juga sih,,,bakalan ga kuat :P ,,,balik ke kantor jam stengah 8 pas. (ga sampe korupsi waktu kerja lho ya). Trus memanfaatkan waktu Dhuha,,,dilanjut dengan kerja sampai Adzan Dzuhur. Salat berjamaah plus mengikuti kajian bengkel rohani,,,temanya klo tidak salah "Kisah Sayyidatina Aisyah RA Difitnah".

Begini ringkasan kajiannya. Sekembalinya dari peperangan Banu Musthalaq, Aisyah turut dalam rombongan tentera. Di pertengahan jalan, pada suatu perhentian Aisyah pergi keluar, karena suatu hajat, kemudian dia kembali ke sekdupnya.

Tiba-tiba dilihatnya kalungnya hilang tercicir. Lalu dia kembali mencari kalungnya itu. Sewaktu dia sedang mencari kalung itu, qafilah tentera berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah ketinggalan di belakang. Kemudian Shafwan yang berangkat di belakang tentera, melihat Aisyah tinggal sendirian. Maka tanpa berkata apa-apa kecuali, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dia mempersilakan Aisyah naik kendaraannya. Lalu beliau pimpin unta itu, sehingga sampai bertemu dengan qafilah tentera.

Melihat hal sedemikian, kaum munafiq terutama ketuanya, Abdullah bin Ubaiy menyiarkan pembohongan dan fitnah terhadap Aisyah dan Shafwan itu.

Maka, dalam ayat 11 surah An-Nur dan seterusnya Allah memberi peringatan dan pengajaran berikut:

1. Orang-orang yang menyiarkan kebohongan dan fitnah terhadap Aisyah itu, sebahagian dari kamu juga. Hal itu janganlah kamu kira kejahatan bagimu, bahkan kebaikan. Karena dalam hal itu terselit pengajaran yaitu: Kita tidak boleh menuduh orang berbuat jahat dengan semata-mata melihat seorang pemudi berjalan berdua dengan seorang pemuda, lalu dituduh berbuat jahat.

2. Orang yang menuduh Muslimin/Muslimat berbuat jahat, harus menunjukkan 4 orang saksi. Kalau tidak, maka dia adalah bohong di sisi Allah.

3. Orang Mukmin dan Mukminat yang mendengar tuduhan itu, hendaklah bersangka baik terhadap saudaranya dan mengatakan: Itu adalah bohong semata-mata.

4. Berita yang kamu terima dengan lidahmu dan kamu katakan dengan mulutmu, sedang kamu tidak mengetahui kebenarannya, lalu kamu kira demikian itu tidak berdosa. Padahal di sisi Allah ia dosa besar.

5. Kalau kamu mendengar berita itu, hendaknya kamu katakan: Hal ini tidak patut kita perkatakan, Subhaanallah. Ini adalah kebohongan besar.

6. Sebenarnya orang yang menuduh itu dan orang-orang yang menyiarkannya telah berdosa; besar kecilnya menurut usahanya. Orang yang banyak usahanya mendapat siksaan yang besar.

Seterusnya menerusi Ayat 19 surah An-Nur dapatlah disimpulkan seperti berikut:

Orang-orang yang suka menyiarkan tuduhan yang jahat (berzina) pada orang-orang Islam, maka mereka mendapat siksa di atas dunia, yaitu didera 80 kali; dan di akhirat, yaitu masuk neraka jahannam.

Sebab itu jangan sekali-kali kita mempermudah-mudah mengeluar tuduhan kepada seseorang yang bernama baik, karena memberi malu itu amat terlarang dalam agama. Orang yang berani menuduh itu, wajib mengadakan 4 orang saksi , keempat-empatnya sebenarnya melihat orang itu berbuat jahat dengan mata kepalanya sendiri, bukan dengan semata-mata curiga atau kabar angin saja.

Dengan keterangan ini nyatalah kepada kita bagaimana kebagusan agama Islam, tentang menjaga kehormatan sesama manusia dan tidak boleh memberi malu antara seorang dengan yang lain :)

Alhamdulillah,,,bertambah lagi ilmu kita. Kembali ke rutinitas kantor,,,bekerja dan berinteraksi dengan teman2 dikantor,,,ada beberapa kejadian yang masih aku ingat,,,pertama bertanya ke beberapa teman untuk instropeksi diri,,,hasilnya (menghindari penggunaan kata ente,,,mengubah panggilan mba menjadi de,,,bersikap terbuka (walaupun masih suka diam,,hehehe), dll) intinya menghindari perbuatan yang menyakiti orang di sekeliling aku. Kedua,,,beberapa temen mengkhawatirkan aku,,mereka bilang aku sakit,,,ada yg bilang aku aneh,,,ada juga yg bilang aku ga punya keberanian. Itu semua adalah bentuk perhatian mereka,,,thanks teman :),,,tapi ketahuilah Kata sudah terucap diawal,,,niat sudah disampaikan,,,bukan kah sekarang tinggal menunggu? Menunggu keputusan Rabb,,,Kun Faya Kun (jadi,,maka,,,jadilah). Dengan ijinnya,,,diamku akan berbicara di dunia nyata,,,atau jika tidak berbicara,,,Dia juga yang akan menghapusnya. So,,,bersabar adalah jalan terbaik,,Insya Allah.

Kembali ke laptop,,,upz,,,ke rutinitas kantor dink,,hihihi. Ga krasa udah maw Ashar,,,emh,,masih ada satu tugas,,,menginventarisir surat2 yang bisa dilimpahkan wewenangnya. Duktek,,,OK. P4,,,OK. KB,,,masih menunggu. Umum,,,OK. P2H,,,OK sebagian,,menunggu sebagian. Cukup baik hasilnya :) ,,,Lanjut kan!!! mudah2an besok selesai.

Emh,,,ada satu yang mengkhawatirkan,,,wajahnya begitu sayu,,,nampak lelah fisik dan pikirannya...mudah2an dia mengerti hikmah di balik rasa sakitnya. Rasulullah  pernah mengatakan,“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim). So,,,banggalah menjadi seorang mukmin. Cepat sembuh ya de :)

Waktu terus berjalan,,,sampailah waktu Ashar,,melepas sejenak kepenatan bekerja,,,menunduk,,,sujud,,,berserah diri kepada sang Pencipta. Tenang rasanya,,,tentram,,,hilang semua beban dan kepenatan. Selesai itu,,,ting-tong,,,sudah hampir maw pulang. Tadarus dulu ah,,,kejar satu untuk bapak. Ga krasa tau-tau dah jam stngh lima,,,tambah lah dikit wkt dikantor,,,buat menutup kekurangannya :). Horeee,,,bisa pulang sekarang,,,kangen sama fahrezi,,,ponakan satu2nya. Huft,,,macetnya,,,timbul 2 rasa,,,kesal dan mengeluh,,,(manusiawi ga yah?) tiba2 inget klo mengeluh hanya boleh kepada Allah. Ya Rabb,,,lancarkanlah perjalaan hamba menuju ke rumah. Amin. Liat jam,,,ga mungkin sampai rumah Maghrib. Mending mampir dulu ke Cempaka Mas sambil nunggu Maghrib,,,eh,,ketemu sama penjual buku. Dia menawarkan satu paket buku,,,"Rasulullah...Ijinkan Aku Mencintaimu",,,dan "Makrifatullah,,,Ijinkan Aku Mengenal-Mu Ya Allah". Subhanallah,,,2 buku yang diinginkan,,,hadir didepan mata. Mudahkanlah hamba memahami dan mengamalkan isinya Ya Rabb.

Sehabis Maghrib,,,lanjutkan perjalanan. Masih tetap terjebak macet,,,keep smile,,ingat2 ting. Jam 18.56,,,akhirnya sampai juga,,Alhamdulillah,,,tapi sayang Fahrezi ku udah tidur :( . Emh,,,malam ini kuat berpa yah,,,? Yuk kita hidupkan malam Ramadhan hari ini.

Minggu, 14 Agustus 2011

Apalagi yang harus kita keluhkan?

Sahabat,,,apalagi yang harus kita keluhkan? Jika hanya karena patah hati,renungi ayat-ayat-Nya. Jika karena jodoh tak kunjung tiba, ingatlah janji-janji-Nya, “Wanita yang keji untuk laki-laki yang keji,laki-laki yang keji untuk wanita yang keji. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula….” (QS An Nur: 26)

Jika masalah dunia yang kau keluhkan, salami ayat-ayat cinta-Nya, “Tiada lain kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang bertakwa,maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS al An’am: 32)

Demi Masa,,,Sesungguhnya Manusia Dalam Keadaan Merugi

Dulu waktu masa kuliah,,,banyak sekali hal yang bisa aku lakukan,,,tidak ada waktu terbuang sedikit pun,,,bangun jam 3 pagi,,,langsung ambil wudhu,,salat tahajud dan witir,,,tadarus Qur'an,,kemudian dilanjutkan dengan belajar sampai waktu subuh tiba. Sehabis salat subuh,,,langsung ambil sepatu,,,olahraga lari dari warung jengkol tembus ke lapangan MBM sampai ujung gerbang STAN Bintaro,,,terus balik lagi ke kosan. Bersih-bersih kamar,,,mandi,,sarapan bareng temen,,,trus berangkat ke kampus. Belajar,,,ketemu temen2,,,saling sharing dan berbagi ilmu. Pulang dari kampus,,,langsung mandi,,,trus baca literatur buku SMA,,,habis itu berangkat menuju Perumahan Ciledug Indah II dan perumahan Pinang Griya untuk ngajar privat adik2 SMA. Terkadang ditambah lagi harus ke Ciputat or Joglo untuk mengajar dsana. Pukul 21.00 aktivitas mengajar selesai,,,kembali ke kosan dengan selamat pukul 22.00. Mandi untuk meregangkan otot,,,dan beristirahat sambil telepon ibu. Lanjut dengan Tadarus Qur'an sampai pukul 23.00. Kemudian tidur. Begitu seterusnya,,,sampai aku lulus kuliah. Begitu masuk dunia kerja,,,semua berubah,,,banyak sekali waktu terbuang,,,bangun jam 3 pagi,,,langsung ambil wudhu,,,salat tahajud,,kemudian tidur lagi. Bangun lagi subuh,,,sehabis salat subuh,,mandi dan langsung berangkat ke kantor,,,berkutat dengan pekerjaan,,,dunia maya,,,internet,,,facebook,,twiter,,gtalk,,skype,,kaskus,,dan lain sebagainya. Tanpa sadar,,,semua itu menyita waktu kita,,,Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri.. selalu merasa dan merasa.. merasa bisa ini itu.. merasa tahu ini itu.. merasa paling ini itu.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa memiliki sesuatu.. merasa berilmu dan beramal shaleh.. merasa paling baik dan benar..merasa semuanya. Ya Rabb,,,hamba khilaf,,,diri ini penuh dengan dosa,,,ampuni hamba ya Allah,,,hamba sadar akan firman Mu. "Tidaklah KUciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKU". Sementar aku lalai selama ini ya Rabb.

DEMI MASA SESUNGGUHNYA MANUSIA DALAM KERUGIAN
'DEMI MASA' manusia selalu terlupa
1hari=24jam.
Satu TAHUN ?
12 Bulan
52 Minggu
365 Hari
8760 Jam
525600 Minit
31536000 Detik
Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)
<> 70th
60th - 70th
(65th)

Kebanyakan manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (majoriti)

Puratanya manusia meninggal ± 65 th

"Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia"
Laki-laki Baligh ± 15 tahun
Wanita Baligh ± 12 tahun
Usia Yang ada untuk kita beribadah kepada-Nya, puratanya:
Mati - Baligh = Baki Usia, :~ 65 - 15 = 50 tahun
50 tahun digunakan untuk apa?

Catatan:
50 tahun=18250 hari=458000 jam
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satu hari satu malam

Gambaran kasarnya:
Mari kita muhasabah bersama..... ....!
Waktu kita tidur ± 8 jam/hari ;
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam= 16 tahun 7 bulan; dibulatkan jadi 17 tahun
Logiknya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya... ....

Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai untuk aktivitas:
18250 hari x 12 jam= 219000 jam = 25 tahun
Aktivitas disiang hari: Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah,
ada yang makan sambil jalan-jalan, dan banyak lagi.

Waktu rehat ± 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai untuk rehat 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
Rehat: menonton tv, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan.... .
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun
Lalu Bila Nak Beribadah???

Memang benar!!! Menuntut ilmu itu ibadah, kalau niatnya untuk ibadah, tetapi kebanyakannya belajar agar mudah mencari pekerjaan..
Sekiranya belajar itu tidak membantu menambah pendapatan kita, kita tidak akan belajar...
Memang benar!!! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?
Ramai orang bekerja untuk hidup bermewah-mewahan dan amat kurang sedekahnya
" Jarang ada yang menolak untuk dipuji dan dipuja tatkala berjaya "

Lalu Bila Nak Beribadah???
Oh! mungkin solat 5 waktu itu dianggap sudah mencukupi... !
Karena kita fikir; solat wajib besar pahalanya, solat amalan pertama yang dihisab, solat jalan untuk membuka pintu syurga...
Benarkah solat kita itu mencukupi dan diterima !!?

Berapa banyak solat kita dalam 50 tahun???
1 solat = ± 10 minit ..... 5x solat = ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai utk solat = 18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun

Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk solat ( ini kalau yg solat 10minit!
Kalau solat macam ayam patuk tanah..amacam? ) 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita....
itupun belum tentu solat kita bermakna berpahala dan di terima.
Dan sekiranya pahala solat kita selama 2 tahun tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun;
dalam percakapan kita yang selalu dusta, baik yang sengaja ataupun tidak, dalam pertuturan kita yang sering mengguris
orangtua kita, dalam harta kekayaan kita yang selalu kedekut terhadap orang faqir, dalam setiap perbuatan kita yang
selalu bergelumang dosa...

Logiknya:
Bukan satu yang mustahil kita umat akhir zaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian... .........
Terlalu banyak masa yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana..... .......

Penyelesaian:
Tiada kata terlambat walaupun waktu berlalu cepat, isilah ia dengan sesuatu yang bermanfaat!! !!!!!
Ingatlah negeri kita...Akhirat.

Jumat, 12 Agustus 2011

Catatan Hati Seorang Sahabat

,,,Diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Ciri Laki-Laki yang Soleh


Yaitu Laki-laki yang:
1. Senantiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah saw.
2. Jihad Fisabilillah adalah tujuan hidupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah swt.
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Kampung akhirat maejadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Sholat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah swt
12. Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit.
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahasiaan.
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia,
senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada
Allah swt.
17. kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.

Semoga hamba bisa menjadi laki-laki yang  sholeh, Amieen.

Kaca yang Berdebu by Maidani


Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah
Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan bernoda
Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran
Lemah lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah jika ia bersalah
Namun jangan kau lukai hatinya
Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya bercahayakan iman

Kamis, 11 Agustus 2011

Ku Berserah Pada-Mu


Ya Rabb,,,yang menguasai hati manusia.
Ketika Kau hadirkan sesosok kaum hawa dihadapan hamba.
Kau yang berhak sematkan kasih dan sayang diantara dua hati manusia.
Kau juga yang berhak menghapusnya.
Maka,,,Sematkanlah rasa itu lebih dalam jika memang dia yang akan menemani separuh perjalanan hidup hamba. Atau hapus dia,,,jika memang dia bukan bidadari yang Kau titipkan untuk ku.
Rabb,,,hamba hanyalah mahluk yang lemah.
Yang tak punya apa-apa dan tak berarti apa-apa tanpa kekuatan dan kehendak-Mu.
Berilah hamba kekuatan untuk menjaga hati ini dan apa yang ada didalamnya,,,
Sampai Kau menangkan atau Kau hapuskan.

Ku Berserah Pada-Mu


Tanyalah pada alam…
Apa yang belum kau ketahui
Tanyalah pada mereka….
Semua yang tidak kau mengerti
Tak perlu kau sesali…
Semua yang telah terjadi
Bila alam menghendaki yang tak ada itu menjadi nyata
Namun bila alam tak berkata...
Maka yang tak ada menjadi tak pernah ada...

In My Heart


Begitu besarkah kekuatan alam..
Hinga mampu mengalahkakn kekuatan hati
Jika demikian harus kah aku menunggu jawabnya
Dan mengakhiri yang tak ada menjadi tak pernah ada
Bila alam membisu lama tak berkata,,,setidaknya aku telah berusaha
Agar kau tetap ada..
Nyata dan tiada adalah sama..
Yang membuatnya berbeda hanyalah batas diantara keduanya
Semestinya bukan alam yang menjawab,
Bukan pula diriku atau dirimu,
                                                      Melainkan Kita

Sepenggal Nyanyian Kasmaran


Jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung
Malam yang kau sapa lewat tanpa jawab

Bersikaplah jujur dan tebuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta
Yang panas bergelora

Barangkali takdir tengah bicara
Ia diperuntukkan buatmu
Dan pandangan matanya memang buatmu

Mengapa harus sembunyi dari kenyataan
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga

Bergegaslah bangun dari mimpi
Atau engkau akan kehilangan
Keindahan yang tengah engkau genggam

Anggap saja takdir tengah bicara
Ia datang dari langit buatmu
Dan pandangan matanya khusus buatmu

Selasa, 22 Maret 2011

Ga nyangka bisa bikin gini,,,hehehe!!!

Terlihat bintang redup di pagi hari 
 
Ingin rasanya aku mengucap harap di laut senyap 
 
Tapi kenapa terselip kepedihan di dalamnya? 
 
Seakan aku jaring laba-laba yang terabaikan. 
 
Lalu…kutulis saja bukti tertulis pada kertas bersajak 
 
Agar semesta tahu isi duniaku 
 
Tapi…apa mungkin bukti itu mengandung maksudku? 
 
Karena saat itu ragu sedang menyelimuti sudut hatiku 
 
Sehingga diriku pun diam karena nya. 
 
Setelah itu aku melihat burung-burung mulai mengepakkan sayapnya 
 
Tapi kenapa ia pergi dengan membawa pikiranku? 
 
Bila langit pagi itu menerawang bersamamu 
 
Apa mungkin nuraniku akan mencarimu? 
 
Tapi bila kau tanya ketulusan hati padaku 
 
 Apa mungkin aku akan menjawabnya? 

My Opinion

Tentang Cinta
Bagi ku Cinta adalah kehidupan…Cinta adalah harapan…dan cinta adalah keabadian….
Yang tidak dapat dilukiskan namun harus dirasakan. Ketika aku mencintai seorang kaum hawa yang telah ditakdirkan untukku…maka aku akan mencintainya dengan segenap rasa cinta dan kasih sayang yang dititipkan oleh Nya. Tak ingin sedikit pun kusakiti dia…bahkan airmatanya tak akan kubiarkan membasahi kedua pipinya dengan sia-sia.


Tentang Wanita…

Wanita adalah karunia yang diciptakan oleh sang Maha Kuasa dengan segala sifat keindahannya, kelembutannya, dan keibuannya. Segala yang ada di Dunia ini adalah perhiasan. Dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang solehah.  Tak ada yang diharapkan oleh seorang laki-laki melebihi harapannya untuk bisa hidup berdampingan dengan seorang wanita solehah.

Tentang Malam…
Masa yang paling indah adalah saat bintang-bintang menampakan diri dan mutiara-mutiara surga Illahi Rabbi berhambuaran. Itulah saat yang ditunggu-tunggu oleh manusia yang mengerti tentang hakikat keindahan yang sesungguhnya. Lihatlah…lautan bintang yang bersinar diatas hamparan atap bumi, adakah kekurangannya??? Diatas sajadah…dialah yang mengenal penciptanya…!


Tentang Hati…Hati manusia diciptakan begitu peka…hingga sedikit saja tergores dan ternoda, maka akan sulit untuk menghilangkannya. Satu pantangan hidup yang akan selalu aku pegang…” Jangan pernah bermain-main dengan hati dan perasaan, karena itu bisa menyakitkan “. Bersahabat memerlukan hati, dan seorang sahabat yang baik harus bisa menjaga hati & perasaan sahabatnya.


Tentang hidup…
Hidup adalah sebuah pilihan…dan sebuah kesalahan besar ketika kita melewati kehidupan ini dengan mengambil pilihan yang salah…


Tentang Kesuksesan…
Menurut saya setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk menjadi sukses. Tinggal bagaimana apakah ia mampu untuk mengikuti jalan itu atau tidak? Dan mampukah ia menyingkirkan rintangan yang ada. Sahabat2ku…berpikirlah sebelum bertindak, dan berhentilah untuk berpikir ketika kita mulai bertindak.

HATI MUTIARA MERAH JINGGA

Semburat langit merah jingga memasung pikiran dan memaksaku untuk melawan waktu yang berputar. Rasanya Aku terhempas ke masa tiga tahun yang lalu, dimana aku masih bisa melihat Gadis November itu tersenyum dalam balutan kerudung hitam yang membuatnya tampak sangat anggun. Ingatan itu tak akan pernah terhapus dalam hidup ku. Hariku dimana aku ingin selalu berada didekatnya, hariku dimana aku berjanji untuk selalu menemaninya. Namun bukan aku yang menentukan semua. Tuhan telah memutuskan kepergiannya lebih awal dari yang kami pikirkan. Pagi itu dibawah naungan awan hitam, pandanganku tertuju pada seorang wanita berkerudung hitam yang tak mau beranjak dari tempatnya berpijak. Entah apa yang dipikirkan wanita itu, hingga hembusan angin pagi yang begitu dingin dan kelopak hujan yang mulai merekah, tak menyadarkan lamunannya. Aku mencoba mendekatinya untuk sekedar menawarkan payung atau jas hujan atau apapun yang bisa melindungi dirinya dari rintik air hujan. Semakin dekat kurasakan hatiku semakin berdebar takut kalau-kalau dia tak menghiraukan kedatanganku atau bisa saja dia memburuku dengan amarahnya karena aku telah mengganggu ketenangannya. Langkahku terhenti… tepat dihadapannya dan aku merasakan degup jantung yang semakin kuat. Aku terdiam, rasanya sulit untuk berbicara walaupun hanya mengucapkan kata perkenalan. Pandanganku tak lepas dari sorot matanya yang begitu dalam, seakan-akan ada banyak kesedihan yang disembunyikannya. Sekaan telapak tangan di kedua pipi dan pelupuk matanya semakin membuatku yakin bahwa air yang menetes dari pipinya bukan hanya air hujan, tetapi juga air matanya. Sesaat kemudian kebisuanku sirna ketika dia mulai tersenyum dan berbicara padaku. “Maaf, anda siapa? Kenapa dari tadi anda menatap saya dengan pandangan yang aneh seperti itu?” tanya wanita itu dengan suara yang lembut. Sesekali terdengar suara giginya yang beradu. Tanpa harus bertanya aku bisa merasakan dingin yang menyerangnya. Cepat-cepat ku keluarkan jaket kulit dari ransel ku, lalu kuberikan padanya. “Ini pakailah! Rabb mu tidak akan suka melihat seorang hamba yang menyiksa dirinya sendiri.” Dengan ragu-ragu, dia mulai mengulurkan tangannya, mengambil jaket itu dan mengenakannya. Kuberikan juga sebuah payung padanya Lalu kujawab pertanyaannya, “Nama ku Amar Ma’arif. Maaf atas ketidaksopanan ku tadi memandang wajah anda. Kalau boleh tau, siapa nama ukhti? Mengapa ukhti tidak berteduh dalam hujan yang selebat ini?” Aku mencoba menjadi teman untuknya, karena aku tahu disaat seperti ini dia butuh teman untuk membagi beban kesedihannya. Tapi apa yang terjadi selanjutnya, tak seperti apa yang aku pikirkan. Dia mengembalikan jaket dan payung ku lalu pergi dari hadapanku sambil berkata, “Tanyalah pada putera pelangi siapa aku, tunggulah sampai hujan reda, dia akan datang menghampirimu. Aku akan kembali kesini saat awan hitam menutupi langit merah jingga di bulan November.” Aku tak mengerti apa yang dia katakan, putera pelangi, awan hitam, langit merah jingga dibulan November, apa hubungan dia dengan ini semua? Dia menganggap dirinya seperti sebuah teka-teki yang harus dipikirkan untuk bisa mendapatkan jawabannya. Tapi aku terlalu sibuk untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat seperti itu. Aku adalah seorang mahasiswa yang pagi harinya harus kuliah, sore harinya harus mengajar, dan malam harinya ku habiskan untuk belajar dan mengerjakan Qiyamullail. Hampir setiap hari aku tidak memiliki waktu luang kecuali hari sabtu, kegiatan rutin mingguan ku hanya tarbiyah bersama sahabat-sahabatku satu kampus. Sambil menunggu hujan reda, ku ambil sebuah buku harian dari dalam ransel, lalu ku tulis kejadian yang baru saja menimpa ku. Masih bisa ku ingat wajah wanita itu, cantik, anggun, dan tatapan kedua matanya mampu menyihir ku. ‘Astagfirullah hal adzim, apa yang aku pikirkan? Apakah aku sudah melakukan zina hati? Ya Rabb, ampunilah hamba Mu ini. Sungguh aku hanya mengagumi ciptaan Mu. Jangan kau jadikan sketsa wajahnya dipikiranku sebagai penggoyah imanku, tapi jadikanlah sebagai penguat imanku.’ kata-kata itu terlontar dari dalam hatiku, ada rasa takut yang menghampiriku. Tapi segera ku musnahkan rasa itu dengan mengucapkan kalimat-kalimat dzikir. Sudah hampir satu jam, aku menunggu hujan yang tak juga reda. Lalu kuputuskan untuk melanjutkan perjalananku menuju masjid tempat aku biasa melaksanakan tarbiyah. Aku berjalan lebih cepat, disana mereka pasti sudah menunggu kedatanganku. “Assalamu’alaikum. Akh Fahri, maaf saya datang terlambat.” “Wa’alaikumusalam warahmatullahi.” Sambutan salamnya begitu hangat, sehangat cahaya yang terpancar dari wajahnya. Ku lihat di sekelilingku tak ada seorang pun yang aku kenal selain Akh Fahri. Dia adalah Murobbi kami. Dia yang mengajariku lebih banyak tentang Dien, yang selalu membangunkan aku di sepertiga malam, dan mengirimiku sms tausyiah jihad dikala semangatku sedang kendur. “Dimana Rahmat, Hanif dan yang lainnya akh?” tanyaku sambil melepas ransel yang kubawa. “Ane juga ga tahu Mar, mungkin hujan lebat ini menghambat perjalanan mereka. Sambil menunggu mereka, lebih baik kita mulai saja kegiatan tarbiyah hari ini.” Pagi ini Akh Fahri mengajakku berbincang tentang bagaimana bersikap terhadap kaum wanita menurut tuntunan Islam. “Akh Amar, sesungguhnya wanita adalah kaum yang lembut, maka bersikap lembutlah kepada mereka. Bahkan ada hadist yang menyebutkan : ‘Perlakukanlah kaum wanita itu dengan baik, sebab mereka adalah yang membantu kalian.’ Baginda Rasulullah saw sendiri merupakan contoh suri tauladan yang paling baik terhadap isteri-isterinya dan juga keluarganya. Maka ikutilah jejaknya, niscaya Allah akan jadikan diantara kamu rasa kasih dan sayang.” Aku memperhatikan setiap ucapan Akh Fahri, tapi pikiranku entah kemana, mungkin masih tertinggal di salah satu sudut ruang tempat ku berteduh. “Akh Amar, apa yang antum pikirkan? Dari tadi ana perhatikan tatapan mata antum kosong.” Aku terkejut…rupanya Akh Fahri memperhatikan ku sejak tadi, apa yang harus aku katakan? kalau aku katakan bahwa aku sedang memikirkan seorang wanita. Apa itu pantas? karena Akh Fahri adalah orang yang aku hormati. Selain karena dia lebih tua, dia juga seorang ahli hadist dan penghafal Quran. “Emh….tidak akh, aku tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya merindukan keluarga ku.” ‘Ya Allah, ampunilah aku. Karena aku sudah berbohong pada hamba Mu yang soleh.’ Kata-kata itu sempat terbesit dalam hatiku. Baru pertama kali aku berbohong pada Akh Fahri. Sampai kegiatan tarbiyah berakhir, tak ada satu orang pun yang datang. Aku berpamitan untuk kembali ke tempat kost, sementara Akh Fahri tetap berada di masjid untuk berdialog dengan Ustadz Bahri. Hujan sudah reda, tetapi mendung pagi itu masih menyelimuti langit. Ku urungkan niat ku untuk kembali ke kost. Aku pergi ke sebuah telaga tempat dimana aku biasa menyendiri. Kubiarkan pikiranku terbang menerawang di bumi yang luas, hingga sebuah cahaya kecil mengalihkan perhatianku ke arahnya. Cahaya itu tepat berada diatas telaga, diantara hamparan awan mendung yang menutupinya. Aku menamakannya sebagai bintang redup. Lalu kuambil bolpoint dan buku harianku. Kubiarkan bolpoint itu menari diatas lembaran kertas buku harianku.
Terlihat bintang redup di pagi hari
Ingin rasanya aku mengucap harap di laut senyap
Tapi kenapa terselip kepedihan di dalamnya?
Seakan aku jaring laba-laba yang terabaikan.
Lalu…kutulis saja bukti tertulis pada kertas bersajak
Agar semesta tahu isi duniaku
Tapi…apa mungkin bukti itu mengandung maksudku?
Karena saat itu ragu sedang menyelimuti sudut hatiku
Sehingga diriku pun diam karena nya.
Setelah itu aku melihat burung-burung mulai mengepakkan sayapnya
Tapi kenapa ia pergi dengan membawa pikiranku?
Bila langit pagi itu menerawang bersamamu
Apa mungkin nuraniku akan mencarimu?
Tapi bila kau tanya ketulusan hati padaku
Apa mungkin aku akan menjawabnya?
Saat ini aku benar-benar merasa tersihir olehnya. Tuhan telah menanamkan rasa kasih dan sayang di hatiku. Lalu bagaimana dengan hatinya? Awan hitam semakin tebal, rupanya ia tidak ingin digantikan oleh putra pelangi. Benar saja, sesaat kemudian awan itu kembali mencair, melunturkan tinta yang melekat dalam buku harianku. Aku bergegas meninggalkan telaga itu, berlari secepat mungkin menuju tempat kost ku. Nafasku terengah-engah, begitu sampai dihalaman rumah tempatku tinggal. Kamarku terletak di belakang, jauh dari bagian utama rumah. Kurasa pilihanku tepat karena aku tidak suka keramaian. Seringkali teman-teman kost ku menyebutku sebagai seorang petapa. Tapi aku tak peduli, ini cara hidupku. Yang terpenting buatku, aku tidak memutus tali silahturahmi dengan mereka. Di rumah ini, aku tinggal bersama mas Firman, Muamar, Fikri dan mas Agung. Kami semua satu angkatan, hanya saja mas Firman dan mas Agung setahun lebih tua dari kami. Aku sangat lelah, kulihat kamarku berantakan. Sudah hampir satu minggu ini aku tidak merapikannya. Setelah meneguk dua gelas air, aku membaringkan diri dikasur. Mataku tak kuat menahan kantuk yang menyerang. Ku ingat-ingat, semalam aku hanya tidur selama tiga jam. Pantas saja aku merasa lelah dan mengantuk. Tapi jam di meja belajarku sudah menunjukan pukul 11.45 , sebentar lagi Dzuhur. Pantang buatku tidur di saat-saat menjelang waktu shalat. Lalu kuputuskan untuk mengambil air wudhu dan membaca Qur’an agar mataku tidak mengantuk. Allahu Akbar….Allahu Akbar….,Tenang rasanya mendengar suara adzan dari masjid yang terletak dua rumah dari tempat kostku. Aku segera menuju masjid bersama keempat sahabatku untuk menunaikan salat dzuhur berjamaah. Sehabis itu, aku kembali ke kamar melaksanakan shalat sunah Rawatib, kemudian tidur dengan perasaan lega karena kewajibanku sudah kulaksanakan. Kring….ng…ng…ng, suara jam beker serasa mengganggu tidurku yang lelap. Dengan sedikit malas, ku raih jam beker tersebut. Ya ampun, aku terkejut begitu tahu saat ini sudah jam 18.00. Aku melompat dari tempat tidur, mengambil wudhlu dan segera melaksanakan shalat ashar munfarid. Aku menyesali kelalaianku. Orangtua ku selalu berpesan agar aku melaksanakan shalat tepat waktu, tapi sekarang aku mengecewakannya. Aku menangis sejadi-jadinya sambil memohon ampunan kepada Allah SWT atas kelalaianku. Buku harianku menjadi saksi atas semua dosa-dosa dan kelalaianku hari ini. Part : Hari-hariku di bulan Oktober kulalui dengan rutinitas biasa. Tak ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Lambat laun aku mulai melupakan wanita misterius itu. Mungkin karena kesibukanku mempersiapkan Ujian komprehensif kelulusan di bulan November nanti. Siang itu, sepulang dari kuliah, kusempatkan waktu untuk mengunjungi Akh Fahri. Kebetulan ada yang ingin aku tanyakan mengenai pembuatan karya tulis akhir semesterku. Aku mengambil tema Bunga Wesel dalam Hukum Islam. Begitu sampai di depan pintu pagar rumahnya, ku tekan bel yang mengeluarkan suara senandung nasyid. Aku agak heran, karena baru kali ini aku mengunjungi akh Fahri dan mendapatkan suara bel yang bersenandung nasyid. Tidak lama kemudian, Akh Fahri keluar dan segera kuucapkan salam. “Assalamualaikum” “Wa’alaikum salam Warahmatullahi wa Barakatuh” Akh fahri menjawab salamku sambil menunjukan senyumnya yang hangat dan ramah. “Tumben antum main kesini, Mar. Ada apa?” “Ah…Akh bisa saja, saya hanya ingin bersilaturahmi sekalian ada yang ingin saya tanyakan pada akh.” “Silahkan masuk dulu, kita berbicara di dalam saja.” “Terima kasih akh.” aku pun mengikutinya dari belakang dan dia mempersilahkan aku duduk. Rumahnya cukup tertata rapi, pada dinding-dindingnya terdapat hiasan kaligrafi yang sangat indah. “Tunggu sebentar ya” Akh Fahri meninggalkanku di ruangan itu. Cukup lama, aku berdiri memandangi setiap tulisan kaligrafi yang terpampang disetiap sudut dindingnya. Tak lama berselang, Akh Fahri kembali bersama seorang akhwat yang membawa dua gelas air jeruk diatas nampan. ” Amar, silahkan diminum.” ” Sukron, akhi.” aku memperhatikan akhwat itu meletakkan gelas yang dibawanya dengan hati-hati dengan wajah tertunduk. ” Oh ya…kenalkan ini satu-satunya puteri Akh, Farah namanya.” Aku benar-benar terkejut begitu melihat sekilas wajah wanita itu. Ternyata wanita misterius yang ku temui tiga bulan yang lalu itu adalah puteri dari Akh Fahri. Aku masih tak percaya, sampai akhirnya dia pergi meninggalkan aku dan Akh Fahri berdua. “Antum bilang tadi ada yang ingin ditanyakan, tentang apa? Insya Allah Akh akan jawab kalau Akh mengusai ilmunya.” “Begini Akh, sebentar lagi ana akan menyelesaikan kuliah. Ana sedang membuat karya tulis bertema Bunga Wesel Dalam Hukum Islam. Apakah akh bisa membantu menjelaskan Bagaimana hukum bunga wesel dalam ajaran Islam?” Aku bertanya pada Murobbi ku, tapi saat itu aku tidak mendengarkan penjelasan darinya karena lagi-lagi wanita itu yang ada dipikiranku. Aku tak ingin berlama-lama di rumah Akh Fahri. Begitu beliau selesai menjawab pertanyaanku, aku berpamitan untuk segera pulang. Akh Fahri memanggil puteri kesayangannya dan mereka mengantarku sampai ke depan rumahnya. Kulihat kembali wajahnya sebelum aku benar-benar pergi meninggalkannya. Ada sesuatu yang terjadi pada hatiku. Ya…rasa sayang itu kembali melapukkan hatiku. Saat itu aku berpikir…..
Jika saja hatiku terbuat dari batu
Mungkin kau takkan pernah ada dihati
Tapi percuma saja…..
Karena dirimu bagai rintik air hujan
Yang setiap kali turun ke bumi
Sedikit demi sedikit melapukkan batu itu
………….to be continued……………
Mencoba tuk berkarya lewat kata...