Senin,,,15 Agustus 2011
Bangun jam 3 pagi,,,Qiyamul Lail,,,Tadarus Qur'an,,,Sahur,,,cuma bisa masuk 5 suap makanan (entah apa yg terjadi dengan lambung ini). Habis Subuh,,,langsung berangkat ke kantor :) ,,,emh,,,nyoba olahraga di monas,,,sambil mensyukuri nikmatnya udara segar dan sinar mentari pagi,,,(Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?),,Alhamdulillah 3 putaran monas terlewati tanpa rasa lelah dan haus. Sempet khawatir juga sih,,,bakalan ga kuat :P ,,,balik ke kantor jam stengah 8 pas. (ga sampe korupsi waktu kerja lho ya). Trus memanfaatkan waktu Dhuha,,,dilanjut dengan kerja sampai Adzan Dzuhur. Salat berjamaah plus mengikuti kajian bengkel rohani,,,temanya klo tidak salah "Kisah Sayyidatina Aisyah RA Difitnah".
Begini ringkasan kajiannya. Sekembalinya dari peperangan Banu Musthalaq, Aisyah turut dalam rombongan tentera. Di pertengahan jalan, pada suatu perhentian Aisyah pergi keluar, karena suatu hajat, kemudian dia kembali ke sekdupnya.
Tiba-tiba dilihatnya kalungnya hilang tercicir. Lalu dia kembali mencari kalungnya itu. Sewaktu dia sedang mencari kalung itu, qafilah tentera berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah ketinggalan di belakang. Kemudian Shafwan yang berangkat di belakang tentera, melihat Aisyah tinggal sendirian. Maka tanpa berkata apa-apa kecuali, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dia mempersilakan Aisyah naik kendaraannya. Lalu beliau pimpin unta itu, sehingga sampai bertemu dengan qafilah tentera.
Melihat hal sedemikian, kaum munafiq terutama ketuanya, Abdullah bin Ubaiy menyiarkan pembohongan dan fitnah terhadap Aisyah dan Shafwan itu.
Maka, dalam ayat 11 surah An-Nur dan seterusnya Allah memberi peringatan dan pengajaran berikut:
1. Orang-orang yang menyiarkan kebohongan dan fitnah terhadap Aisyah itu, sebahagian dari kamu juga. Hal itu janganlah kamu kira kejahatan bagimu, bahkan kebaikan. Karena dalam hal itu terselit pengajaran yaitu: Kita tidak boleh menuduh orang berbuat jahat dengan semata-mata melihat seorang pemudi berjalan berdua dengan seorang pemuda, lalu dituduh berbuat jahat.
2. Orang yang menuduh Muslimin/Muslimat berbuat jahat, harus menunjukkan 4 orang saksi. Kalau tidak, maka dia adalah bohong di sisi Allah.
3. Orang Mukmin dan Mukminat yang mendengar tuduhan itu, hendaklah bersangka baik terhadap saudaranya dan mengatakan: Itu adalah bohong semata-mata.
4. Berita yang kamu terima dengan lidahmu dan kamu katakan dengan mulutmu, sedang kamu tidak mengetahui kebenarannya, lalu kamu kira demikian itu tidak berdosa. Padahal di sisi Allah ia dosa besar.
5. Kalau kamu mendengar berita itu, hendaknya kamu katakan: Hal ini tidak patut kita perkatakan, Subhaanallah. Ini adalah kebohongan besar.
6. Sebenarnya orang yang menuduh itu dan orang-orang yang menyiarkannya telah berdosa; besar kecilnya menurut usahanya. Orang yang banyak usahanya mendapat siksaan yang besar.
Seterusnya menerusi Ayat 19 surah An-Nur dapatlah disimpulkan seperti berikut:
Orang-orang yang suka menyiarkan tuduhan yang jahat (berzina) pada orang-orang Islam, maka mereka mendapat siksa di atas dunia, yaitu didera 80 kali; dan di akhirat, yaitu masuk neraka jahannam.
Sebab itu jangan sekali-kali kita mempermudah-mudah mengeluar tuduhan kepada seseorang yang bernama baik, karena memberi malu itu amat terlarang dalam agama. Orang yang berani menuduh itu, wajib mengadakan 4 orang saksi , keempat-empatnya sebenarnya melihat orang itu berbuat jahat dengan mata kepalanya sendiri, bukan dengan semata-mata curiga atau kabar angin saja.
Dengan keterangan ini nyatalah kepada kita bagaimana kebagusan agama Islam, tentang menjaga kehormatan sesama manusia dan tidak boleh memberi malu antara seorang dengan yang lain :)
Alhamdulillah,,,bertambah lagi ilmu kita. Kembali ke rutinitas kantor,,,bekerja dan berinteraksi dengan teman2 dikantor,,,ada beberapa kejadian yang masih aku ingat,,,pertama bertanya ke beberapa teman untuk instropeksi diri,,,hasilnya (menghindari penggunaan kata ente,,,mengubah panggilan mba menjadi de,,,bersikap terbuka (walaupun masih suka diam,,hehehe), dll) intinya menghindari perbuatan yang menyakiti orang di sekeliling aku. Kedua,,,beberapa temen mengkhawatirkan aku,,mereka bilang aku sakit,,,ada yg bilang aku aneh,,,ada juga yg bilang aku ga punya keberanian. Itu semua adalah bentuk perhatian mereka,,,thanks teman :),,,tapi ketahuilah Kata sudah terucap diawal,,,niat sudah disampaikan,,,bukan kah sekarang tinggal menunggu? Menunggu keputusan Rabb,,,Kun Faya Kun (jadi,,maka,,,jadilah). Dengan ijinnya,,,diamku akan berbicara di dunia nyata,,,atau jika tidak berbicara,,,Dia juga yang akan menghapusnya. So,,,bersabar adalah jalan terbaik,,Insya Allah.
Kembali ke laptop,,,upz,,,ke rutinitas kantor dink,,hihihi. Ga krasa udah maw Ashar,,,emh,,masih ada satu tugas,,,menginventarisir surat2 yang bisa dilimpahkan wewenangnya. Duktek,,,OK. P4,,,OK. KB,,,masih menunggu. Umum,,,OK. P2H,,,OK sebagian,,menunggu sebagian. Cukup baik hasilnya :) ,,,Lanjut kan!!! mudah2an besok selesai.
Emh,,,ada satu yang mengkhawatirkan,,,wajahnya begitu sayu,,,nampak lelah fisik dan pikirannya...mudah2an dia mengerti hikmah di balik rasa sakitnya. Rasulullah pernah mengatakan,“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim). So,,,banggalah menjadi seorang mukmin. Cepat sembuh ya de :)
Waktu terus berjalan,,,sampailah waktu Ashar,,melepas sejenak kepenatan bekerja,,,menunduk,,,sujud,,,berserah diri kepada sang Pencipta. Tenang rasanya,,,tentram,,,hilang semua beban dan kepenatan. Selesai itu,,,ting-tong,,,sudah hampir maw pulang. Tadarus dulu ah,,,kejar satu untuk bapak. Ga krasa tau-tau dah jam stngh lima,,,tambah lah dikit wkt dikantor,,,buat menutup kekurangannya :). Horeee,,,bisa pulang sekarang,,,kangen sama fahrezi,,,ponakan satu2nya. Huft,,,macetnya,,,timbul 2 rasa,,,kesal dan mengeluh,,,(manusiawi ga yah?) tiba2 inget klo mengeluh hanya boleh kepada Allah. Ya Rabb,,,lancarkanlah perjalaan hamba menuju ke rumah. Amin. Liat jam,,,ga mungkin sampai rumah Maghrib. Mending mampir dulu ke Cempaka Mas sambil nunggu Maghrib,,,eh,,ketemu sama penjual buku. Dia menawarkan satu paket buku,,,"Rasulullah...Ijinkan Aku Mencintaimu",,,dan "Makrifatullah,,,Ijinkan Aku Mengenal-Mu Ya Allah". Subhanallah,,,2 buku yang diinginkan,,,hadir didepan mata. Mudahkanlah hamba memahami dan mengamalkan isinya Ya Rabb.
Sehabis Maghrib,,,lanjutkan perjalanan. Masih tetap terjebak macet,,,keep smile,,ingat2 ting. Jam 18.56,,,akhirnya sampai juga,,Alhamdulillah,,,tapi sayang Fahrezi ku udah tidur :( . Emh,,,malam ini kuat berpa yah,,,? Yuk kita hidupkan malam Ramadhan hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar