Minggu, 28 Agustus 2011

Selamat Belajar Wahai Diri

Aku dahulu hanyalah orang yang gemar menghabiskan waktu, tanpa mengingat Mu
Aku dahulu adalah aku yang terombang-ambing di dunia, tanpa memperhatikan peta yang Kau beri
Aku dahulu adalah manusia yang merugi, karena kurang pandai bersyukur kepada Mu
Aku dahulu adalah aku yang buta, tidak mampu melihat ayat-ayat Mu dan kebesaran Mu
Aku dahulu adalah aku yang tuli, tidak mampu mendengar panggilan Mu untuk segera menunaikan kewajibanku

Aku dahulu adalah aku yang berhati tapi seperti tidak memiliki hati,,,
Diam melihat kemiskinan
Diam mendengar panggilan Mu
Diam melihat kemungkaran
Diam mendengar perintah Mu

Kini aku tak ingin menjadi aku yang dahulu
Aku ingin menjadi aku sebagaimana hakikat penciptaan aku
Yaitu untuk beribadah kepada Mu
Cukuplah aku mencintai Mu dengan sepenuh hatiku
Mencintai Rasul pilihan Mu
Dan mencintai wanita pilihan Mu
Yang bisa mengajakku serta untuk semakin mencintai Mu

Selamat belajar wahai diri,,,

Senin, 22 Agustus 2011

Menyesalkah kita?

PENGHUNI SYURGA SAJA MENYESAL..
BAGAIMANAKAH LAGI PENYESALAN YG TIADA TARA DARI PENDUDUK NERAKA !!
======================
Rasalullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih disesali oleh para penghuni surga selain atas satu saat yang pernah mereka lalui di dunia, yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Allah.”
(HR. Ath-Thobroni )

Subhanallah… Para penghuni surga menyesal karena mereka pernah melewati suatu waktu yang tidak dimanfaatkan untuk mengingat Allah. Mereka menyesal karena ketika di dunia mereka telah menyia-nyiakan waktu dan tidak menggunakannya untuk berdzikir kepada Allah.

Ibnu Qoyyim pernah berkata,
“Sungguh setiap nafas yang keluar dan keringat yang menetes bukan pada jalan Allah dan aktivitas yang bermanfaat, kelak hari kiamat adalah penyesalan-penyesalan”.

Beliau juga pernah berkata,
“Waktu, pada hakikatnya adalah umur bagi manusia. Ia adalah modal kehidupan abadi di surga kenikmatan, tetapi juga modal kehidupan sengsara dalam adzab yang pedih di neraka. Waktu berjalan cepat, secepat perjalanan awan. Maka barangsiapa waktunya semata untuk Allah dan berada di jalan-Nya, maka waktu akan menjadi nafas dan umurnya. Sebaliknya, jika waktu digunakan untuk selainnya, maka waktu tidak terhitung sebagai bagian hidupnya. Sebab ia menjalani hidup ini bagaikan kehidupan binatang. Dan apabila ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan angan-angan semu, maka ia lebih baik mati saja.” (dinukilkn dari kitab Al-Jawabul Kafi)

Nah,, untuk itu, mari kita berusaha sepenuh hati dan berlomba-lomba untuk menjadi penghuni surga yang tidak menyesal.
(allahu a'lam)

Jumat, 19 Agustus 2011

Renungan Untuk Kita

“Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, “Ya, Aisyah, izinkan aku beribadah kepada Rabbku.” Aku berkata, “Aku sesungguhnya senang merapat denganmu, tetapi aku senang melihatmu beribadah kepada Rabbmu.”Dia bangkit mengambil gharaba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis. Kemudian dia duduk membaca al-Quran, juga sambil menangis sehingga air matanya membasahi janggutnya, ketika dia berbaring, air matanya mengalir lewat pipinya mambasahi bumi di bawahnya. Pada waktu fajar, Bilal datang dan masih melihat Nabi saw. menangis,”Mengapa Anda menangis, padahal Allah ampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?” tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur. Aku menangis karena malam tadi turun ayat Ali Imran 190-191. Celakalah orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, I: 1441)

Hakikatnya manusia tidak memiliki apapun,,,Mengapa harus takut kehilangan?

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya
terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata
pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.
Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Kisah berikut, diadaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns

Kamis, 18 Agustus 2011

Ini Jalan Ku

Ini jalan ku,,,
Jalan yang sesungguhnya diinginkan oleh setiap hati manusia
Namun banyak yang mengingkarinya
Dengan kesombongan, kezaliman dan dosa, dusta, kelalaian, kejahatan, dan sikap ragu
Bebaskan,,,hati ini ya Rabb,,dari semua sifat yang memalingkan hati dan penglihatan hamba
Hamba ikhlas,,,jika dengan airmata ini dapat menghapus dosa dan kesalahan hamba
Ikhlas,,,jika harus kehilangan harta, pangkat, dan jabatan
Karena sesungguhnya ini hanyalah titipan Mu Ya Rabb
Yang sifatnya hanya sementara

Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rosulullah

Senin, 15 Agustus 2011

Mari Bermuhasabah

Senin,,,15 Agustus 2011

Bangun jam 3 pagi,,,Qiyamul Lail,,,Tadarus Qur'an,,,Sahur,,,cuma bisa masuk 5 suap makanan (entah apa yg terjadi dengan lambung ini). Habis Subuh,,,langsung berangkat ke kantor :) ,,,emh,,,nyoba olahraga di monas,,,sambil mensyukuri nikmatnya udara segar dan sinar mentari pagi,,,(Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?),,Alhamdulillah 3 putaran monas terlewati tanpa rasa lelah dan haus. Sempet khawatir juga sih,,,bakalan ga kuat :P ,,,balik ke kantor jam stengah 8 pas. (ga sampe korupsi waktu kerja lho ya). Trus memanfaatkan waktu Dhuha,,,dilanjut dengan kerja sampai Adzan Dzuhur. Salat berjamaah plus mengikuti kajian bengkel rohani,,,temanya klo tidak salah "Kisah Sayyidatina Aisyah RA Difitnah".

Begini ringkasan kajiannya. Sekembalinya dari peperangan Banu Musthalaq, Aisyah turut dalam rombongan tentera. Di pertengahan jalan, pada suatu perhentian Aisyah pergi keluar, karena suatu hajat, kemudian dia kembali ke sekdupnya.

Tiba-tiba dilihatnya kalungnya hilang tercicir. Lalu dia kembali mencari kalungnya itu. Sewaktu dia sedang mencari kalung itu, qafilah tentera berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah ketinggalan di belakang. Kemudian Shafwan yang berangkat di belakang tentera, melihat Aisyah tinggal sendirian. Maka tanpa berkata apa-apa kecuali, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dia mempersilakan Aisyah naik kendaraannya. Lalu beliau pimpin unta itu, sehingga sampai bertemu dengan qafilah tentera.

Melihat hal sedemikian, kaum munafiq terutama ketuanya, Abdullah bin Ubaiy menyiarkan pembohongan dan fitnah terhadap Aisyah dan Shafwan itu.

Maka, dalam ayat 11 surah An-Nur dan seterusnya Allah memberi peringatan dan pengajaran berikut:

1. Orang-orang yang menyiarkan kebohongan dan fitnah terhadap Aisyah itu, sebahagian dari kamu juga. Hal itu janganlah kamu kira kejahatan bagimu, bahkan kebaikan. Karena dalam hal itu terselit pengajaran yaitu: Kita tidak boleh menuduh orang berbuat jahat dengan semata-mata melihat seorang pemudi berjalan berdua dengan seorang pemuda, lalu dituduh berbuat jahat.

2. Orang yang menuduh Muslimin/Muslimat berbuat jahat, harus menunjukkan 4 orang saksi. Kalau tidak, maka dia adalah bohong di sisi Allah.

3. Orang Mukmin dan Mukminat yang mendengar tuduhan itu, hendaklah bersangka baik terhadap saudaranya dan mengatakan: Itu adalah bohong semata-mata.

4. Berita yang kamu terima dengan lidahmu dan kamu katakan dengan mulutmu, sedang kamu tidak mengetahui kebenarannya, lalu kamu kira demikian itu tidak berdosa. Padahal di sisi Allah ia dosa besar.

5. Kalau kamu mendengar berita itu, hendaknya kamu katakan: Hal ini tidak patut kita perkatakan, Subhaanallah. Ini adalah kebohongan besar.

6. Sebenarnya orang yang menuduh itu dan orang-orang yang menyiarkannya telah berdosa; besar kecilnya menurut usahanya. Orang yang banyak usahanya mendapat siksaan yang besar.

Seterusnya menerusi Ayat 19 surah An-Nur dapatlah disimpulkan seperti berikut:

Orang-orang yang suka menyiarkan tuduhan yang jahat (berzina) pada orang-orang Islam, maka mereka mendapat siksa di atas dunia, yaitu didera 80 kali; dan di akhirat, yaitu masuk neraka jahannam.

Sebab itu jangan sekali-kali kita mempermudah-mudah mengeluar tuduhan kepada seseorang yang bernama baik, karena memberi malu itu amat terlarang dalam agama. Orang yang berani menuduh itu, wajib mengadakan 4 orang saksi , keempat-empatnya sebenarnya melihat orang itu berbuat jahat dengan mata kepalanya sendiri, bukan dengan semata-mata curiga atau kabar angin saja.

Dengan keterangan ini nyatalah kepada kita bagaimana kebagusan agama Islam, tentang menjaga kehormatan sesama manusia dan tidak boleh memberi malu antara seorang dengan yang lain :)

Alhamdulillah,,,bertambah lagi ilmu kita. Kembali ke rutinitas kantor,,,bekerja dan berinteraksi dengan teman2 dikantor,,,ada beberapa kejadian yang masih aku ingat,,,pertama bertanya ke beberapa teman untuk instropeksi diri,,,hasilnya (menghindari penggunaan kata ente,,,mengubah panggilan mba menjadi de,,,bersikap terbuka (walaupun masih suka diam,,hehehe), dll) intinya menghindari perbuatan yang menyakiti orang di sekeliling aku. Kedua,,,beberapa temen mengkhawatirkan aku,,mereka bilang aku sakit,,,ada yg bilang aku aneh,,,ada juga yg bilang aku ga punya keberanian. Itu semua adalah bentuk perhatian mereka,,,thanks teman :),,,tapi ketahuilah Kata sudah terucap diawal,,,niat sudah disampaikan,,,bukan kah sekarang tinggal menunggu? Menunggu keputusan Rabb,,,Kun Faya Kun (jadi,,maka,,,jadilah). Dengan ijinnya,,,diamku akan berbicara di dunia nyata,,,atau jika tidak berbicara,,,Dia juga yang akan menghapusnya. So,,,bersabar adalah jalan terbaik,,Insya Allah.

Kembali ke laptop,,,upz,,,ke rutinitas kantor dink,,hihihi. Ga krasa udah maw Ashar,,,emh,,masih ada satu tugas,,,menginventarisir surat2 yang bisa dilimpahkan wewenangnya. Duktek,,,OK. P4,,,OK. KB,,,masih menunggu. Umum,,,OK. P2H,,,OK sebagian,,menunggu sebagian. Cukup baik hasilnya :) ,,,Lanjut kan!!! mudah2an besok selesai.

Emh,,,ada satu yang mengkhawatirkan,,,wajahnya begitu sayu,,,nampak lelah fisik dan pikirannya...mudah2an dia mengerti hikmah di balik rasa sakitnya. Rasulullah  pernah mengatakan,“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim). So,,,banggalah menjadi seorang mukmin. Cepat sembuh ya de :)

Waktu terus berjalan,,,sampailah waktu Ashar,,melepas sejenak kepenatan bekerja,,,menunduk,,,sujud,,,berserah diri kepada sang Pencipta. Tenang rasanya,,,tentram,,,hilang semua beban dan kepenatan. Selesai itu,,,ting-tong,,,sudah hampir maw pulang. Tadarus dulu ah,,,kejar satu untuk bapak. Ga krasa tau-tau dah jam stngh lima,,,tambah lah dikit wkt dikantor,,,buat menutup kekurangannya :). Horeee,,,bisa pulang sekarang,,,kangen sama fahrezi,,,ponakan satu2nya. Huft,,,macetnya,,,timbul 2 rasa,,,kesal dan mengeluh,,,(manusiawi ga yah?) tiba2 inget klo mengeluh hanya boleh kepada Allah. Ya Rabb,,,lancarkanlah perjalaan hamba menuju ke rumah. Amin. Liat jam,,,ga mungkin sampai rumah Maghrib. Mending mampir dulu ke Cempaka Mas sambil nunggu Maghrib,,,eh,,ketemu sama penjual buku. Dia menawarkan satu paket buku,,,"Rasulullah...Ijinkan Aku Mencintaimu",,,dan "Makrifatullah,,,Ijinkan Aku Mengenal-Mu Ya Allah". Subhanallah,,,2 buku yang diinginkan,,,hadir didepan mata. Mudahkanlah hamba memahami dan mengamalkan isinya Ya Rabb.

Sehabis Maghrib,,,lanjutkan perjalanan. Masih tetap terjebak macet,,,keep smile,,ingat2 ting. Jam 18.56,,,akhirnya sampai juga,,Alhamdulillah,,,tapi sayang Fahrezi ku udah tidur :( . Emh,,,malam ini kuat berpa yah,,,? Yuk kita hidupkan malam Ramadhan hari ini.

Minggu, 14 Agustus 2011

Apalagi yang harus kita keluhkan?

Sahabat,,,apalagi yang harus kita keluhkan? Jika hanya karena patah hati,renungi ayat-ayat-Nya. Jika karena jodoh tak kunjung tiba, ingatlah janji-janji-Nya, “Wanita yang keji untuk laki-laki yang keji,laki-laki yang keji untuk wanita yang keji. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula….” (QS An Nur: 26)

Jika masalah dunia yang kau keluhkan, salami ayat-ayat cinta-Nya, “Tiada lain kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang bertakwa,maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS al An’am: 32)